Skip to main content
Dosen Pengampu :
Tiara Dini Harlita, S.S.T, M.Si.
mineral
PENDAHULUAN
 Mineral merupakan elemen anorganik yang berasal dari sisa
pembakaran senyawa organik
 Cairan tubuh berkaitan erat dengan elektrolit/mineral yang terlarut di
dalamnya
 Tubuh menggunakan elektrolit untuk mengatur keseimbangan cairan
tubuh
 Mekanisme transpor pasif (difusi & osmosis) dan transpor aktif
(pompa elektron)
 Penting bagi kehidupan sel  sel harus terus menerus berada dalam
cairan dengan komposisi tertentu
 Konsentrasi & komposisi elektrolit berbeda dalam cairan ekstrasel &
intrasel
 Terdapat 4% dari berat badan, paling banyak terkonsentrasi pada
tulang dan gigi
FUNGSI MINERAL
1. Unsur penyusun struktur tulang & gigi : (Ca, P, Mg)
2. Pengaturan komposisi cairan tubuh  tekanan osmotik
(extracellular & blood = sodium & klor)
(intracellular = Potassium, fosfor, magnesium)
3. Bagian dari enzim & protein (sulfur termasuk penyusun dari
asam amino methionine & cysteine)
4. Berperan dlm konduksi impuls saraf, kontraksi otot,
koagulasi darah & pengaturan pH
KLASIFIKASI MINERAL
1. Berdasarkan kegunaan
 Golongan yang esensial
 Golongan yang non esensial
2. Berdasarkan jumlah
• Mineral makro
• Mineral mikro
3. Berdasarkan distribusi pada jaringan dan organ tubuh
• Mineral yang didistribusikan pada jaringan tulang
(osteotropic)
• Mineral yang didistribusikan ke dalam sistem
reticuloendothelial.
• Mineral yang didistribusikan pada jaringan yang tidak
spesifik
MINERAL ESENSIAL
 Diperlukan dalam proses fisiologis manusia
 Merupakan unsur mineral penting yang jika kekurangan dapat
menyebabkan kelainan proses fisiologis (defisiensi mineral)
 Biasanya terkait dengan protein, termasuk enzim untuk proses
metabolisme tubuh.
 Yang termasuk mineral esensial : kalsium (Ca), fosfor (P), kalium
(K), natrium (Na), klorida (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi
(Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan (Mn), kobalt (Co), iodin
(I), dan selenium (Se).
MINERAL NON ESENSIAL
 Merupakan golongan mineral yang tidak berguna, atau belum
diketahui kegunaannya dalam tubuh manusia.
 Apabila kadarnya di dalam tubuh lebih dari normal dapat
menyebabkan keracunan.
 Sangat berbahaya bagi makhluk hidup.
 Yang termasuk mineral non esensial : timbal (Pb), merkuri (Hg),
arsenik (As), kadmium (Cd), dan aluminium (Al).
MINERAL MAKRO
 Merupakan mineral yang diperlukan untuk membentuk komponen
organ di dalam tubuh
 Terdapat dalam tubuh dalam jumlah besar
 Memerlukan protein pembawa untuk absorbsinya. Absorbsinya jarang
lengkap, karena dipengaruhi oleh nutrien dan senyawa lain dalam
makanan (misalnya oksalat & fitat).
 Pengangkutan dan penyimpanan juga perlu protein khusus
 Ekskresi terjadi didalam feses, urine dan keringat
 Dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar (> 100 mg/hari)
 Yang termasuk mineral makro : kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium
(Mg), natrium (Na), kalium (K), klorida (Cl) dan sulfur (S).
MINERAL MIKRO
 Merupakan mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat
sedikit (< 100 mg per hari)
 Umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat
kecil
 Termasuk dalam golongan mineral esensial untuk kehidupan
karena peranannya dalam menunjang kesehatan dan
reproduksi.
 Yang termasuk mineral mikro :besi (Fe), tembaga (Cu), seng
(Zn), Iodium (I), selenium (Se), molibdenun (Mo), mangan
(Mn), fluor (F), krom (Cr).
KALSIUM (Ca)
• Pembentukan tulang dan gigi
• Mengatur pembekuan darah
• Katalisator reaksi biologik
• Relaksasi dan kontraksi otot, dengan interaksi protein
yaitu aktin dan myosin
• Berperan dalam fungsi saraf, tekanan darah dan fungsi
kekebalan
• Memelihara dan meningkatkan fungsi membran sel
• Mengaktifkan reaksi enzim dan pengularan hormon
PERANAN DAN FUNGSI KALSIUM
KALSIUM (Ca)
• Susu
• Kuning telur
• Keju
• Mentega
• Udang
• Sayur-sayuran : brokoli
• Kacang-kacangan
• Buah-buahan
SUMBER KALSIUM
KALSIUM (Ca)
• Kebutuhan per hari : ± 800 mg/hari
• Kebutuhan kalk 0,5 gram/hari (Depkes)
• Saat hamil perlu tambahan 0,5 gram/hari
• Diet rata-rata terkandung dalam susu 0,4-1,4 gram
KEBUTUHAN KALSIUM
KALSIUM (Ca)
• Karies dentis atau kerusakan pada gigi
• Pertumbuhan tulang menjadi tidak sempurna dan
dapat menimbulkan rakhitis
• Apabila bagian tubuh terluka, maka darah akan sukar
membeku, pengeluaran darah akibatnya bertambah.
• Terjadi kekejangan otot
DEFISIENSI KALSIUM
FOSFOR (P)
 80% Fosfor berada dengan Kalsium, terdapat dalam tulang
dan gigi
 10% bergabung dengan protein, lemak, karbohidrat, dan
senyawa lain dalam darah dan otot
 10% berbentuk ester fosfat, untuk transfer energi
 Kadarnya dalam tubuh = 0,8 – 1,1 % berat badan
FOSFOR (P)
• Mempengaruhi semua proses perombakan dan pembentukan
zat
• Membentuk fosfatida, yaitu bagian penting dari plasma
• Pembelahan inti sel dan memindahkan sifat-sifat turunan
• Membentuk matriks tulang (bersama dengan Ca)
• Membantu proses pengerutan otot
• Absorbsi glukosa dan gliserol
• Transpor asam lemak
• Sebagai bagian dari RNA dan DNA
• Membentuk fosfolipid
• Penting dalam senyawa ATP
PERANAN DAN FUNGSI FOSFOR
FOSFOR (P)
• Daging merah
• Makanan bersusu
• Ikan unggas
• Roti
• Beras
• Gandum
SUMBER FOSFOR
• Dewasa : 550 mg per hari
KEBUTUHAN FOSFOR
 Terdapat dalam semua sel
 Merupakan kation terbanyak setelah natrium di dalam cairan
intraselular.
 Terdapat sebanyak 0,5 gram per kilogram jaringan bebas lemak
 60% berada dalam jaringan tulang
 1/3 unsur Mg yang tersedia di dalam tubuh bercampur dengan
unsur fosfat, sisanya dalam keadaan bebas melekat pada
permukaan susunan mineral.
MAGNESIUM (Mg)
MAGNESIUM (Mg)
• Magnesium berperan penting dalam sistem enzim dalam
tubuh
• Berperan sebagai katalisator dalam reaksi biologik
(metabolisme energi, KH, lipid, protein, dan asam nukleat)
• Berperan dalam sintesis, degradasi dan stabilitas bahan gen
DNA di dalam semua sel jaringan lunak
• Ekstraselular :
• Transmisi saraf
• Kontraksi otot
• Pembekuan darah
PERANAN DAN FUNGSI MAGNESIUM
• Cokelat
• Kacang-kacangan
• Ikan laut
• Sayuran hijau
SUMBER MAGNESIUM
• P: 300 mg per hari; W : 270 mg per hari
KEBUTUHAN MAGNESIUM
• Akibat dari gangguan absorbsi, menimbulkan diare
berat, muntah-muntah yang menyebabkan tubuh lemah
dan lesu
DEFISIENSI MAGNESIUM
MAGNESIUM (Mg)
NATRIUM (NA)
 Tubuh manusia menganduk sekitar 1,8 gram Natrium per
kilogram berat badan bebas lemak
 Sebagian besar dijumpai dalam cairan ekstraselular
 Sebagai kation utama dari cairan ekstraselular
 Pengendalian osmolaritas dan volume cairan tubuh sangat
tergantung pada ion Na dan rasio NA terhadap ion lainnya.
 Kandungan Natrium dalam plasma sekitar 300-355 mg/100 ml
• Transmisi saraf dan Kontraksi otot
• Menjaga tekanan osmotik darah
• Sebagai buffer (Na-karbonat)
• Mempertahankan iritabilitas sel otot
• Komponen anorganik cairan ekstra sel
• Berperan dalam absorbsi glukosa dan sebagai alat angkut zat
gizi lainnya
PERANAN DAN FUNGSI NATRIUM
• Daging
• Garam
• Mentega
SUMBER NATRIUM
NATRIUM (NA)
• Sekitar 2,5 gram Natrium per hari = 6 gram garam
KEBUTUHAN NATRIUM
• Dehidrasi
• Shock
• Gangguan pada jantung
• Kejang otot
• Kelelahan
• Suhu tubuh meningkat
DEFISIENSI NATRIUM
NATRIUM (NA)
 Tubuh mengandung sekitar 2,6 mg kalium per kilogram berat
badan bebas lemak
 Bagian tubuh yang banyak mengandung kalium : sel-sel syaraf
dan otot
 Dalam cairan ekstraseluler jumlahnya hanya sedikit
 Dalam cairan intraseluler merupakan kation penting yang
berperan dalam keseimbangan pH dan osmolalitas.
KALIUM (K)
• Merupakan unsur anorganik yang penting di dalam cairan
inraselular
• Penting dalam transmisi impul-impul syaraf
• Penting untuk kontraksi otot-otot
• Penting untuk pertumbuhan sel tubuh
• Penting untuk biosintesis protein dan metabolisme
karbohidrat
• Mempengaruhi kerja otot jantung
FUNGSI KALIUM
• Dewasa : 3500 mg per hari
KEBUTUHAN KALIUM
KALIUM (K)
•Pisang
•Alpukat
•Kentang
•Yogurt
•Ikan
•Kurma
SUMBER KALIUM
•Terjadi karena ekskresi yang berlebihan melalui ginjal
•Otot menjadi lemah, kalau tidak diatasi dapat menimbulkan
kelumpuhan
•Hiperkalemia yang lebih serius dari hipokalemia, jika tidak hati-hati
memungkinkan terlalu banyak kalium masuk ke dalam pembuluh
darah
DEFISIENSI KALIUM
KALIUM (K)
KLORIDA (Cl)
 Merupakan anion utama dalam cairan ekstraselular
 Dijumpai dalam bentuk perpaduan dengan Na, jumlahnya
sedikit, terikat pada protein
 Klorida dalam darah dan eritrosit (Shift-Cl) merupakan
mekanisme homeostatik utama dalam mengendalikan pH darah
• Memelihara keseimbangan asam basa, elektrolit, dan
tekanan osmosis.
• Pembentukan HCl dalam lambung yang berperan
dalam penyerapan Fe dan emulsi lemak
• Aktivator enzim
• Bahan ion klorit yang penting untuk transfer CO2 dari
darah ke paru
• Mengatur sistem rennin-angiotensin-aldosteron yang
mengatur keseimbangan cairan tubuh.
PERANAN DAN FUNGSI KLORIDA
KLORIDA (Cl)
• Garam, Susu, Daging, Telur
SUMBER KLORIDA
• 15-20 gram per hari
KEBUTUHAN KLORIDA
• Kontraksi otot abnormal, Hilangnya rambut dan gigi,
Pencernaan terganggu
DEFISIENSI KLORIDA
KLORIDA (Cl)
• Berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi,
• Merupakan bagian dari tiamin, biotin dan hormon insulin
• Membantu detoksifikasi
• Melarutkan sisa metabolisme
PERANAN DAN FUNGSI SULFUR
• Sayuran, Telur, Daging, Buah-buahan
SUMBER SULFUR
• 15-30 mg perhari
KEBUTUHAN SULFUR
• Anemia, Gondok, Pendengaran berkurang
DEFISIENSI SULFUR
SULFUR (S)
BESI (Fe)
 Tersedia dalam tubuh bersumber dari makanan yang
dikonsumsi setiap hari
 Tidak mudah diserap ke dalam darah
 Penyerapannya dipengaruhi oleh HCl dalam lambung
 Dalam makanan, bentuk ikatan ferro dan ferri.
• Pembentukan hemoglobin
• Komponen enzim sitokrom
PERANAN DAN FUNGSI BESI
• Daging, Sayuran hijau, Biji-bijian
SUMBER BESI
• 0-1 tahun, kebutuhan harian zat besi adalah 7-8 mg
• Terus meningkat sebanyak 1 mg setiap 3-9 tahun.
• Pada usia 13-15 tahun, yaitu 19mg pada pria dan di usia 13-49 tahun
pada wanita, yaitu sebanyak 26 mg
KEBUTUHAN BESI
• Anemia
DEFISIENSI BESI
BESI (Fe)
• Pada bayi berusia 0-1 tahun, kebutuhan harian zat besi
adalah 7-8 mg dan terus meningkat sebanyak 1 mg setiap 3
tahun hingga berumur 9 tahun. Setelah berumur 9 tahun,
kebutuhan zat besi pada pria dan wanita akan berbeda.
Kebutuhan tertinggi adalah pada usia 13-15 tahun, yaitu 19mg
pada pria dan di usia 13-49 tahun pada wanita, yaitu
sebanyak 26 mg
KEBUTUHAN BESI
• Anemia
DEFISIENSI BESI
BESI (Fe)
• Pembentukan eritrosit dan hemoglobin
• Komponen enzim dan protein
• Aktivitas saraf
• Sintesis substansi seperti hormon
PERANAN DAN FUNGSI TEMBAGA
• Padi-padian, Polong-polongan
• Kerang, Hati
SUMBER TEMBAGA
• Dewasa 1,2 mg per hari
KEBUTUHAN TEMBAGA
TEMBAGA (Cu)
• Membantu membuat sel baru dan enzim
• Membantu pemrosesan karbohidrat, lemak, protein
• Membantu proses penutupan luka
• Berperan dalam pembentukan kulit
• Berperan dalam pengembangan fungsi sistem
reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma
• Berperan dalam kekebalan tubuh
• Berperan dalam pemeliharaan keseimbangan asam basa
PERANAN DAN FUNGSI SENG
SENG (Zn)
• Kerang-kerangan, Keju, Roti, Sereal
SUMBER SENG
• Pria : 5,5 – 9,5 mg per hari
• Wanita : 4-7 mg per hari
KEBUTUHAN SENG
• Anemia dan Kerusakan tulang
DEFISIENSI SENG
SENG (Zn)
IODIUM (I)
 Dalam tubuh terkandung sekitar 25 mg iodium, tersebar di
semua jaringan
 Kandungannya sekitar 1/3, terdapat dalam kelenjar tiroid
 Iodium diserap dalam bentuk iodida, di dalam kelenjar tiroid
dioksidasi menjadi Iodium
IODIUM (I)
• Sebagai komponen penting dalam pembentukan tiroksin pada kelenjar
gondok (tiroid)
• Tiroksin termasuk Iodium merupakan pengendali transduksi energi
selular
FUNGSI IODIUM
• Ikan laut, dan kerang-kerangan
• Sereal dan Padi-padian
SUMBER IODIUM
• Dewasa : 0,14 mg per hari
KEBUTUHAN IODIUM
• Penyakit gondok
DEFISIENSI IODIUM
SELENIUM (Se)
• Berperan penting pada fungsi sistem imun
• Metabolisme hormon tiroid dan reproduksi
• Sistem pertahanan antioksidan tubuh
• Mencegah kerusakan sel dan jaringan
PERANAN DAN FUNGSI SELENIUM
• Kacang, roti, ikan, daging, telur
SUMBER SELENIUM
• Pria : 0,075 mg per hari
• Wanita : 0,06 mg per hari
KEBUTUHAN SELENIUM
• Selenosis (kerontokan rambut, kulit, kuku)
DEFISIENSI SELENIUM
MOLIBDENUM (Mo)
• Membantu dan mengaktifkan beberapa enzim yang terlibat
dalam perbaikan dan pembuatan materi genetik
FUNGSI MOLIBDENUM
• Kacang kapri, sayuran gelap (brokoli dan bayam), bunga kol,
sayuran kaleng, sereal gandum
SUMBER MOLIBDENUM
MANGAN (Mn)
• Berperan sebagai katalisator dari beberapa reaksi metabolik
yang penting pada protein, karbohidrat, dan lemak.
FUNGSI MANGAN
• Roti, kacang-kacangan, sereal, sayuran hijau (buncis), teh
SUMBER MANGAN
FLUOR (F)
• Memelihara gigi
• Mencegah kekurangan Mg
• Mencegah osteoporosis
• Mencegah penyakit periodental
FUNGSI FLUOR
• Kuning telur, susu, otak,air minum
SUMBER FLUOR
• Kerusakan karang gigi
DEFISIENSI FLUOR
KROM (Cr)
• Berpengaruh terhadap kerja insulin di dalam tubuh, sehingga
mungkin berpengaruh pula terhadap besarnya energi yang
dihasilkan dari makanan.
• Berperan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak.
PERANAN DAN FUNGSI KROM
• Daging, biji-bijian (gandum), rempah-rempah
SUMBER KROM
• 0,025 gram per hari
KEBUTUHAN KROM
KOBALT (Co)
• Berperan membentuk bagian dari struktur Vitamin B12
• Untuk mematangkan sel darah merah
• Menormalkan fungsi semua sel
PERANAN DAN FUNGSI MANGAN
• Ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau (brokoli dan bayam),
sereal
SUMBER MANGAN