Skip to main content
K R I S T A L I S A S I
Oleh : Atika Yahdiyani Ikhsani, M.Sc.
PENGERTIAN
KRISTALISASI
Kristalisasi adalah :
• Kristalisasi merupakan istilah yang menjelaskan
beberapa fenomena yang berbeda yang berhubungan
dengan pembentukan struktur matriks kristal
• Suatu proses pembentukan bahan padat dari :
- pengendapan larutan,
- campuran yang meleleh (melt) atau
- pengendapan langsung dari gas (lebihjarang)
• Kristalisasi juga merupakan tehnik pemisahan kimia
antara bahan padat-cair, dimana terjadi perpindahan
massa (mass transfer) dari suatu zat terlarut (solute)
dari cairan /larutan ke fase kristal padat.
• Pemisahan dengan teknik kristalisasi didasari atas
pelepasan pelarut dari zat terlarutnya dalam sebuah
campuran homogen atau larutan, sehingga terbentuk
kristal dari zat terlarutnya.
• Proses ini adalah salah satu teknik pemisahan padat
cair yang sangat penting dalam industri, karena dapat
menghasilkan kemurnian produk hingga 100%.
MEKANISME
PEMBENTUKAN KRISTAL
1. Pembentukan Inti
Inti kristal adalah partikel-
partikel kecil bahkan
sangat kecil
dapat terbentuk dengan
cara memperkecil kristal-
kristal yang ada
dalam alat kristalisasi atau
dengan menambahkan
benih kristal
kedalam larutan lewat
jenuh.
2. Pertumbuhan Inti
Pertumbuhan kristal
merupakan gabungan dari
dua proses yaitu :
Transportasi molekul-
molekul atau (ion-ion) dari
bahan yang akan di
kristalisasikan, dalam
larutan kepermukaan
kristal dengan cara difusi
Proses ini berlangsung
semakin cepat jika derajat
lewat jenuh dalam larutan
semakin besar.
Penemuan molekul-
molekul atau ion-ion ada
pada kisi kristal , semakin
luas total permukaan
kristal, semakin banyak
bahan yang ditempatkan
pada sisi kristal persatuan
waktu.
SYARAT-SYARAT KRISTALISASI
1.Larutan harus jenuh
Larutan yang mengandung jumlah zat terlarut berlebihahan pada suhu tertentu, sehingga
kelebihan itu tidak melarut lagi.
Jenuh berarti pelarut telah seimbang dengan zat terlarut, artinya konsentrasinya telah
maksimal kalau larutan jenuh suatu zat padaat didinginkan perlahan-lahan.
2. Larutan harus homogen
Partikel-partikel yang sangat kecil tetap tersebar merata biarpun didiamkan dalam waktu
lama.
3. Adanya perubahan suhu
Penurunan suhu secara drastis atau kenaikan suhu secara drastis , tergantung dari bentuk
kristal yang diinginkan .
Sebagian zat terlarut (bahan) akan mengkristal, dalam arti diperoleh larutan super jenuh
atau lewat jenuh.
METODE KRISTALISASI
(Proses terjadinya Kristalisasi)
1. Pendinginan
• Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang
drastis dengan menurunnya temperatur, kondisi
lewat jenuh dapat dicapai dengan pendinginan
larutan panas yang jenuh.
2. Pemanasan
• Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang
sedikit dengan menurunnya suhu.
Kondisi lewat jenuh dapat dicapai dengan
penguapan
sebagian pelarut
3. Pemanasan dan Pendinginan
Metode ini merupakan gabungan dari dua metode diatas.
Larutan panas yang jenuh dialirkan kedalam senuah ruangan yang divakumkam.
Sebagian pelarut menguap, panas penguapan diambil dari larutan itu sendiri, sehingga larutan menjadi dingin dan
lewat jenuh.
Metode ini disebut kristalisasi vakum
4. Penambahan bahan (zat) lain
Untuk pemisahan bahan organik dari larutan seringkali ditambahkan suatu garam.
Garam ini larut lebih baik dari pada bahan padat yang diinginkan sehingga terjadi desakan dan membuat dan
membuat bahan padat menjadi terkristalisasi.
Contoh : menarik zat alkaloid (basa) dengan penambahan garam ->
garam alkaloid
Mis : Strychnin Nitrat
METODE KRISTALISASI
(Proses terjadinya Kristalisasi)
• Contoh kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah :
Pembuatan garam dapur dari air laut.
• - mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak,
kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan
menguap
• - setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk
kasar dan masih bercampur dengan pengotornya.
• - Untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses
rekristalisasi (pengkritalan kembali) yaitu dengan
mencuci menggunakan air garam (38 – 40%) kemudian
diuapkan
• - untuk konsumsi maka perlu proses jodisasi yaitu dicampur
dengan penambahan Kalium Jodida (KJ) sesuai dg
peraturan dari Depkes.
Contoh lain adalah :
Pembuatan gula putih dari tebu
• Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil
sarinya,
• Kemudian diuapkan dengan pengapan hampa udara
sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh
dan terjadi pengkritalan gula
• Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh
gula putih atau gula pasir
• Kadang dilakukan juga proses pemutihan
CONTOH PRODUK
MENGANDUNG KRISTAL
Gula
Pasir
Garam MSG Asam
sitrat
Cokelat Margarin Roti Permen
KOMPONEN PANGAN YANG DAPAT
MENGALAMI KRISTALISASI
10
Teti Estiasih - THP - FTP UB
⚫Lemak
⚫Gula: laktosa, fruktosa, sukrosa
⚫Garam
⚫Pengemulsi berbasis lemak seperti lesitin
⚫Air
⚫Pati
⚫Asam amino/Protein
STRUKTUR AMORF dan KRISTAL AIR
AIR E
S
5
STRUKTUR AMORF dan KRISTAL NaCl
12
• LANGKAH – LANGKAH KRISTALISASI
1. Larutan sampel zat padat dilarutkan dalam
pelarut panas
2. Bubuhkan sedikit norit
3. Larutan tersebut dijenuhkan kembali
4. Skembali dengan pemanas air
5. Dinginkan larutan tersebut hingga es
mencair
6. Saring kristal tersebut
Faktor-faktor yang harus diperhatikan :
• Dalam keadaan cair, atom-atom tidak memiliki susunan
teratur dan selalu mudah bergerak.
• Dengan temperatur relatif lebih tinggi, maka akan
memiliki energi yang cukup untuk lebih mudah bergerak
• Turun nya temperatur maka energi atom akan semakin
rendah, maka atom makin sulit bergerak dan mulai
mengatur kedudukannya, relatif terhadap atom lain, saat
ini mulai membentuk inti kristal pada tempat yang relatif
lebih tinggi
• Inti akan menjadi pusat kristalisasi, dengan makin turun
temperatur, makin banyak atom yang ikut bergabung
dengan inti yang sudah ada atau membentuk inti baru.
15
⚫Struktur komponen bahan pangan (seperti
air, globula lemak, kristal, dll) berperan
terhadap sifat dan mutu pangan
⚫Berperan terhadap sifat sensoris (misal:
kecepatan leleh, efek pendinginan, dll)
⚫Misal: struktur kristal lemak dalam coklat
berperan terhadap daya patah dan titik
leleh
⚫Pembentukan kristal lemak (fat bloom)
pada coklat menurunkan mutu
16
STRUKTUR KRISTALIN
17
⚫Produk pangan banyak yang mengandung
struktur kristalin.
⚫Struktur kristalin tsb mempengaruhi
kualitas, tekstur dan daya simpan.
⚫Kontrol kristalisasi penting
⚫Faktor yang dikontrol:
Jumlah
Ukuran, Distribusi ukuran
Bentuk
Polimorf
KRISTALISASI DALAM
PRODUK PANGAN
18
⚫ Digunakan untuk:
1.Pemisahan
Misal: pemurnian gula dan fraksinasi lemak
2.Mendapatkan tekstur
Misal: es krim, coklat, fondant
⚫ Kristalisasi harus dikontrol: dapat terjadi
selama penyimpanan
⚫ Misal: laktosa dalam es krim, gula dalam
permen
19
KOMPONEN KATEGORI
Gula Pemurnian gula (sukrosa, laktosa,
glukosa, fruktosa)
Gula alkohol Pemurnian poliol (sorbitol, laktitol, dll)
Garam Pemurnian (NaCl)
Lemak Fraksinasi lemak (minyak sawit, PKO,
lemak susu, asam lemak -3)
Es Konsentrat beku (bir, cuka, jus jeruk,
dll)
Asam organik Pemurnian (asam sitrat, dll)
Asam amino Pemurnian Mono Sodium Glutamat 13
14
KOMPONEN KATEGORI CONTOH
Es Frozen
dessert
Frozen food
Freeze-dried
product
Es krim
Daging, buah, sayuran
Kopi instan, buah, sayur
kering
Gula Permen
Serealia
Produk susu
Chewing gum, fondant,
fudge
Sereal beku
Susu bubuk
Gula alkohol Produk
permen
Chewing gum, permen
tanpa gula
Lemak Produk olesan
Produk coklat
Produk bakery
Produk lain
Mentega, margarin
Coklat, coating coklat
Croissant, puffed pastry,
cookie, kulit pie 15
KOMPONEN KATEGORI PRODUK
Garam Garam meja
Produk susu
NaCl
Keju, susu
Pati Produk bakery
Produk ekstrusi
Roti, cookies, cake,
crackers
Snack, crackers
Protein Aditif Lisin
Asam organik Aditif bentuk
bubuk
Asam sitrat
Pengemulsi Aditif Produk berbasis lemak,
dressing 16
17
KOMPONEN KATEGORI DAMPAK
Es Es krim
Frozen
dessert
Frozen food
Peningkatan ukuran kristal
dan ukuran kristal tidak
seragam
Gula Fondan
t
Cream
Peningkatan ukuran kristal
dan ukuran kristal tidak
seragam
Lemak Margarin
Mentega
Coklat
Polimorfisme menyebabkan
tekstur berpasir dan fat
bloom
Pati Roti
Baker
y
Stal 18
19
PRINSIP KRISTALISASI
 Untuk membentuk kristal suatu cairan (liquid) harus
melewati kondisi kesetimbangan dan mejadi:
1. Lewat jenuh (untuk larutan)
2. Lewat dingin (untuk melt/lelehan)
 Kondisi tersebut dapat dicapai dengan cara
 Pendinginan di bawah titik beku/leleh cairan
 Misal: air menjadi es, fraksinasi lemak
 Memekatkan larutan sampai konsentrasi lewat
jenuh
 Misal: garam, gula
⚫Pada kondisi ini, molekul cair mengatur diri
membentuk matriks struktur kristalin
⚫Kondisi lewat jenuh dan dingin diatur melalui:
• Formulasi, misal pada produk permen
• Pengolahan, misal pada produk es krim,
coklat, mentega, margarin, shortening
TAHAPAN KRISTALISASI
 Pembentukan inti atau nukleasi
Pembentukan inti dari larutan atau cairan
Inti dapat ditambahkan dari luar untuk
mempercepat kristalisasi seperti pada
pembuatan gula pasir
 Pertumbuhan kristal
Kristal tumbuh sampai kondisi kesetimbang-
an tercapai
Selama nukleasi, molekul-
molekul dalam larutan mengatur
diri membentuk kristal
Nukleasi tergantung dari:
Formulasi (jenis dan konsentrasi promotor
atau inhibitor kristalisasi)
Kondisi pengolahan (kecepatan transfer panas
dan massa)
KONTROL KRISTALISASI
⚫Formulasi bahan baku
⚫Pengaturan kondisi pengolahan untuk
meningkatkan atau mencegah kristalisasi,
misal tempering pada pembuatan coklat,
margarin, mentega
⚫Kondisi penyimpanan yang tepat
SIFAT KRISTAL
1. HIDRAT
⚫sejumlah molekul air terperangkap
dalam struktur kristal
⚫ laktosa: monohidrat
⚫ laktosa: anhidrat
2. POLIMORF
⚫Beberapa molekul dapat membentuk
struktur kristal yang berbeda
⚫Contoh: lemak (, , ’), pati
 LAKTOSA  LAKTOSA
LARUTAN
LEW
AT JENUH

AMORF
KRISTAL LAKTOSA
T>93.5 C T<93.5 C
kering
Kering, T>100C
Basah, T<93.5C
CONTOH KRISTALISASI DALAM
PRODUK PANGAN
MARGARIN
⚫Konsistensi dan stabilitas emulsi margarin
tergantung dari kristal lemak
⚫Lemak/minyak bersifat polimorfik
⚫Mempunyai beberapa bentuk kristal;
⚫Sifat polimorfik dapat menyebabkan
perubahan sifat margarin
⚫Bentuk kristal lemak: , ’, 
⚫Transisi bentuk kristal: tidak reversibel,
perlu pelelehan
⚫Selama pengolahan margarin: pada awal
terbentuk kristal , kemudian berubah
menjadi ’
⚫Bentuk ’ merupakan bentuk yang
diinginkan pada margarin
⚫Bentuk ’: bentuk jarum yang kecil
dengan plastisitas yang baik
⚫Bentuk : ukuran besar, grainy
consistency (sandiness)
COKLAT
⚫Lemak coklat membentuk kristal tertentu
sehingga produk coklat mempunyai
karak-teristik sesuai yang diinginkan
⚫Pengaruh jenis kristal:
= sifat kilap
= tekstur
= sifat ketika digigit
= penerimaan konsumen
⚫Pelelehan sempurna → 45-50C, 30-60
menit
⚫Pendinginan untuk memulai kristalisai
18C atau 28-29C, dilakukan agitasi,
tujuan membentuk kristal ’
⚫Suhu ditingkatkan 2-3C untuk
mengubah ’→ yang stabil dan
melelehkan kristal yang tidak stabil
⚫Pertumbuhan kristal dilakukan dengan
cara dibiarkan pada suhu dingin sehingga
ukuran kristal membesar
Proses Kristalisasi
FRAKSINASI LEMAK
(WINTERISASI)
KRISTALISASI + PEMISAHAN
KRISTALISASI + PEMISAHAN
KRISTALISASI + PEMISAHAN
KRISTALISASI + PEMISAHAN
FRAKSI CAIR
MINYAK FRAKSI PADAT
T E R I M A K A S I H
LATIHAN
1. Apa yang harus dilakukan untuk
mencegah staling pada roti?
2. Bagaimana pengaruh kristalisasi terhadap daya
cerna pati?
3. Apakah pati yang mengalami kristalisasi
mempunyai efek terhadap kesehatan?
4. Bagaimana mencegah pembentukan
kristal laktosa dalam es krim?
5. Apakah sukrosa yang ditambahkan pada es
krim dapat membentuk kristal juga?
6. Bagaimana cara membuat es krim dengan
tekstur lembut tanpa sandiness?
7. Jika suatu produsen minyak sawit ingin
membuat produk minyak goreng unggulan
berupa minyak sawit tinggi asam lemak
omega-9, proses/teknologi apa yang dapat
diaplikasikan? Jelaskan alasannya!
8. Apa yang harus dilakukan untuk mencegah
pembentukan kristal laktosa pada susu bubuk?
9. Bagaimana prinsip kristalisasi pada proses
pembuatan MSG? Apakah prinsip tersebut
dapat diaplikasikan untuk jenis flavor enhancer
yang lain seperti Guanidin Mono Phosphat
(GMP) atau Inosine Mono Phosphat?
10. Apa upaya yang harus dilakukan untuk
mencegah kristalisasi gula pada sirup yang
disimpan pada kulkas?