Skip to main content
Perilaku yang
mencerminkan
kesadaran
beriman
Kepada Kitab-
kitab Allah
Makna Iman
Kepada Kitab-
kitab Allah
Dalam kehidupan sehari-hari masih kita rasakan banyaknya problem kehidupan yang
sulit diatasi. Berbagai macam penyakit timbul seolah-olah tanpa diketahui cara
pengobatannya. Bencana yang terjadi tidak disangka-sangka, tawuran antarwarga,
tawuran antarpelajar, dan lain sebagainya. Semua itu merupakan dampak perilaku
manusia yang sudah meninggalkan al-Qur’ᾱn.
Iman kepada kitab Allah Swt. Artinya
meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah
menurunkan kitab kepada nabi atau rasul yang
berisi wahyu untuk disampaikan kepada seluruh
umat manusia. Di dalam al-Qur’ān disebutkan
bahwa ada 4 kitab Allah Swt. yang diturunkan
kepada para nabi-Nya, yaitu; Taurāt diturunkan
kepada Nabi Musa as., Zabūr kepada Nabi Daud
as., Inj³l kepada Nabi Isa as., dan al-Qur’ān kepada
Nabi Muhammad saw.
Al-Qur’an
diturunkan
kepada Nabi
Muhammad
saw
Taurat
diturunkan
kepada Nabi
Musa as
Zabur
Diturunkan
kepada Nabi
Daud as
Injil
Diturunkan
kepada Nabi
Isa as
Iman kepada kitab Allah Swt. artinya meyakini
sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah
menurunkan kitab kepada nabi atau rasul yang
berisi wahyu untuk disampaikan kepada
seluruh umat manusia. Di dalam al-Qur’ān
disebutkan bahwa ada 4 kitab Allah Swt. yang
diturunkan kepada para nabi-Nya, yaitu; Taurāt
diturunkan kepada Nabi Musa as., Zabūr
kepada Nabi Daud as., Injil kepada Nabi Isa
as., dan al-Qur’ān kepada Nabi Muhammad
saw.
 Artinya: “Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu
(Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan
kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka
putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah
dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu...” (Q.S. al-
Māidah/5: 48)
 Kitab-kitab yang dimaksud pada ayat di atas adalah kitab yang
berisi peraturan, ketentuan, perintah, dan larangan yang dijadikan
pedoman bagi umat manusia. Kitab-kitab Allah Swt. tersebut
diturunkan pada masa yang berlainan. Semua kitab tersebut berisi
ajaran pokok yang sama, yaitu ajaran meng-esa-kan Allah (tauh³d).
Yang berbeda hanyalah dalam hal syariat yang disesuaikan
dengan zaman dan keadaan umat pada waktu itu

 Shuhuf Adalah lembaran-lembaran suci yang
berisi wahyu Allah dan diberikan kepada
Rasul-Nya. Inti ajaran yang dibawa adalah
sama, meng-Esakan Allah. Nabi atau Rasul
yang menerima Shuhuf yaitu: 1. Nabi Adam
sebanyak 10 Shuhuf 2. Nabi Syits sebanyak
59 Shuhuf 3. Nabi Idris sebanyak 30 Shuhuf
4. Nabi Ibrahim sebanyak 10 Shuhuf 5. Nabi
Musa sebanyak 10 Shuhuf
Ṡuḥuf Kitab
1. Wahyu Allah Swt. yang
disampaikan kepada
para rasul, tetapi masih
berupa “lembaran-
lembaran” yang
terpisah.
2. Isi ṡuḥuf sangat
simpel.
1. Wahyu Allah Swt. yang
disampaikan kepada para
rasul sudah berbentuk
buku/kitab.
2. Isi kitab lebih lengkap
jika dibandingkan
dengan isi ṡuḥuf.
 Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi).
Kitab Taurāt adalah salah satu kitab suci yang diwahyukan
Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk menjadi petunjuk
dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil.
 Taurāt merupakan salah satu dari tiga komponen (Thora,
Nabiin, dan Khetubin) yang terdapat dalam kitab suci
agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang
belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old
Testament (Perjanjian Lama).
 Isi pokok Kitab Taurāt dikenal dengan Sepuluh Hukum
(Ten Commandements) atau Sepuluh Firman yang
diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung
Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi asas-asas
keyakinan (akidah) dan asas-asas kebaktian (syari'ah).
1. Hormati dan cintai Allah satu saja.
2. Sebutkan nama Allah dengan hormat.
3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu).
4. Hormati ibu bapakmu.
5. Jangan membunuh.
6. Jangan berbuat cabul.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan berdusta.
9. Jangan ingin berbuat cabul.
10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal
 Kata zabur (bentuk jamaknya zubūr) berasal dari
zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis. Makna aslinya
adalah kitab yang tertulis. Zabūr dalam bahasa Arab
dikenal dengan sebutan mazmūr (jamaknya mazāmir),
dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu
nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama
menyebutnya Mazmūr, yaitu salah satu kitab suci yang
diturunkan sebelum al-Qur’ān (selain Taurāt dan Inj³l ).
 Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata
zimra, yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan
mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata
zamar, artinya “nyanyi, nyanyian pujian”. Zabūr adalah
kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani
Israil melalui utusannya yang bernama
 Nabi Daud as.
 Kitab Zabūr berisi kumpulan ayat-ayat yang
dianggap suci. Ada 150 surah dalam Kitab
Zabūr yang tidak mengandung hukum-hukum,
tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah,
pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt.
 Secara garis besar, nyanyian rohani yang
disenandungkan oleh Nabi Daud as. dalam
Kitab Zabūr terdiri atas lima macam:
1. nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),
2. nyanyian perorangan sebagai ucapan
syukur,
3. ratapan-ratapan jamaah,
4. ratapan dan doa individu, dan
5. nyanyian untuk raja.
 Nyanyian pujian dalam Kitab Zabūr (Mazmur: 146) antara lain:
1. Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku, pujilah
Tuhan.
2. Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku, dan aku
akan nyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku
ada.
3. Janganlah kamu percaya pada raja-raja atau anak- anak
Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia kepada tanah
asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya
upayanya.
5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh Ya’qub
sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala
isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
7. Yang membela orang yang teraniaya dan yang
memberi makan orang yang lapar. Bahwa Tuhan
membuka rantai orang yang terpenjara.
 Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as.
Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan yang
benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar
manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya
dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di
dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir
zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para
nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad
saw.
 Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk
dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Inj³l
sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as.
untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau
pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan
tidak menyekutukan-Nya.
 Al-Qur’ān diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw.
melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak sekaligus,
melainkan secara berangsur- angsur. Waktu turun al-Qur’ān
selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22
hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan
325.345 huruf.
 Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan
pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi
Muhammad saw. sedang ber-khalwat.
 Dengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw.
diangkat sebagai Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang
diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Mulai saat itu,
Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. untuk menyampaikan
risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.
 Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3.
Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍzulhijjah tahun 10
Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang
menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari
sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw.
wafat.
 Al-Qur’ān yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
saw. menghapus sebagian syariat yang tertera dalam
kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan
yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’ān
merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua
umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena itu,
sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama
sekali. Firman Allah Swt.:
Artinya: “Kitab (al-Qur’ān) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Q.S. al-
Baqarah/2: 2)
 Al-Hudā, artinya al-Qur’ān sebagai petunjuk
seluruh umat manusia.
 Al-Furqān, artinya al-Qur’ān sebagai pembeda
antara yang baik dan buruk.
 Asy-Syifā', artinya al-Qur’ān sebagai penawar
(obat penenang hati).
 Aż-Żikr, artinya al-Qur’ān sebagai peringatan
adanya ancaman dan balasan.
 Al-Kitāb, artinya al-Qur’ān adalah firman Allah
Swt. yang dibukukan.
 Aqidah atau keimanan.
 'Ibādah, baik 'ibādah maḥḍah maupun gairu maḥḍah.
 Akhlaq seorang hamba kepada Khāliq, kepada
sesama manusia dan alam sekitarnya.
 Mu’āmalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama
manusia.
 Qiṡṡah, yaitu cerita nabi dan rasul,orang-orang saleh,
dan orang-orang yang ingkar.
 Semangat mengembangkan ilmu pengetahuan.
 Kita sebagai umat Islam wajib mengimani dan mempercayai isi al-Qur’ān
karena al-Qur’ān merupakan pedoman hidup umat manusia, terlebih lagi
pedoman hidup umat Islam. Apabila kita tidak mengimani dan
mengamalkannya, kita termasuk orang-orang yang ingkar (kafir).
 Cara mengamalkan isi al-Qur’ān adalah dengan mempelajari cara belajar
membaca (mengaji) baik melalui iqra’, qiraati, atau yang lainnya. Kemudian,
mempelajari artinya, menganalisis isinya, dan langsung mengamalkannya.
 Adapun keistimewaan kitab suci al-Qur’ān adalah sebagai berikut.
a. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa
b. Sebagai informasi kepada setiap umat bahwa nabi dan rasul terdahulu
mempunyai syariat (aturan) dan caranya masing-masing dalam menyembah
Allah Swt.
c. Al-Qur’ān sebagai kitab suci terakhir dan terjamin keasliannya.
d. Al-Qur’ān tidak dapat tertandingi oleh ide-ide manusia yang
inginmenyimpangkannya.
e. Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan ibadah.
 Bagi orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt., ia akan melakukan perilaku
mulia sebagai berikut.
1. Meyakini bahwa kitab-kitab suci sebelum al-Qur’ān datang dari Allah Swt., tetapi
akhirnya tidak murni lagi sebab dicampuradukkan dengan ide-ide manusia di
zamannya.
2. Al-Qur’ān sudah dijaga kemurniannya oleh Allah Swt. sampai sekarang.
Umat Islam juga sebagai penjaganya. Menjaga kemurnian al-Qur’ān adalah
tugas kita sebagai muslim. Salah satu cara menjaga al-Qur’ān adalah dengan
berusaha menghormati, memuliakan, dan menjunjung tinggi kitab suci al-
Qur’ān.
3. Menjadikan al-Qur’ān sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dan tidak sekali-kali
berpedoman kepada selain al-Qur’ān.
4. Berusaha untuk membaca al-Qur’ān dalam segala kesempatan di kala suka
maupun duka, kemudian belajar memahami arti dan isinya.
5. Berusaha untuk mengamalkan isi al-Qur’ān di dalam kehidupan sehari-hari, baik di
waktu sempit maupun di waktu lapang.
Iman kepada kitab kitab allah