Skip to main content
Ayo Mengkaji Aqidah
dan Akhlak
untuk MA Kelas XI
Oleh :
Handayani, S.Pd.I
19841121 201903 1 003
Bab 8
Menghindari Akhlak tercela
Peta Konsep
Menghindari Akhlak
Tercela
Isrāf Tabzīr Bakhil/Kikir
1. Pengertian isrāf
• Isrāf menurut bahasa yaitu melampaui batas,
berlebih-lebihan dalam harta, terburu-buru tanpa
tujuan, berlebih-lebihan dalam perkataan dan
pemborosan yang salah. Artinya menempatkan
sesuatu tidak pada tempatnya (haknya).
• Menurut istilah, isrāf adalah berlebih-lebihan menuju
pada larangan Allah swt., artinya membelanjakan
sesuatu bukan untuk taat kepada Allahswt., baik
sedikit atau banyak dan berlebih-lebihan dalam
membelanjakan harta adalah pemborosan.
A. Isrāf
2. Contoh sikap Isrāf
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan
wajah dari manusia (karena sombong) dan
janganlah berjalan di bumi dengan angkuh.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membanggakan diri.”
(Q.S. Luqmān/31: 18)
A. Isrāf
Dalam Al-Qur’an, Isrāf dicontohkan dalam sikap
berlebih-lebihan dalam makan dan minum atau
dalam pakaian, juga sikap melawan dan melanggar
hukum. Sebagaimana Rasulullah saw. pernah
bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dan Muslim, yang artinya “Barang siapa yang
melebih-lebihkan pakaiannya karena sombong, di
hari Kiamat ia tidak dilihat oleh Allah.” Abu Bakar
berkata: “Ya Rasulullah sesungguhnya sarungku lebar,
tetapi aku mengikutinya, lalu Rasulullah menjawab:
“Sesungguhnya kamu tidaklah berbuat sombong.”
َ‫خ‬ ْ‫ر‬ِّ‫ع‬َ‫ص‬ُ‫ت‬ َ‫َل‬ َ‫و‬َّ‫ن‬‫ل‬ِّ‫ل‬ َ‫ك‬َّ‫د‬ِّ‫اس‬
َ ْ‫اَل‬ ‫ى‬ِّ‫ف‬ ِّ‫ش‬ْ‫م‬َ‫ت‬ َ‫َل‬ َ‫و‬ِّ‫ض‬ ْ‫ر‬
‫ا‬ً‫ح‬َ‫ر‬َ‫م‬َ‫َل‬ َ‫هللا‬ َّ‫ن‬ِّ‫ا‬ ُّۗ‫ب‬ ِّ‫ح‬ُ‫ي‬
َ‫ف‬ ٍ‫ل‬‫ا‬َ‫ت‬ْ‫خ‬ُ‫م‬ َّ‫ل‬ُ‫ك‬ٍ‫ر‬ ْ‫و‬ُ‫خ‬
‫ج‬
A. Isrāf
3. Akibat negatif sikap isrāf
• Menimbulkan sikap ujub dan takabur.
• Tidak sabar dalam mengerjakan sesuatu.
• Menyebabkan sikap hidup yang
individualitas.
• Mengakibatkan kesenjangan sosial,
memperlebar jarak antara si kaya dan si
miskin, sehingga timbul kesenjangan sosial
di dalam masyarakat.
• Perbuatan isrāf menimbulkan penyakit fisik,
kekerasan hati, kebekuan dalam berpikir,
dan kecondongan pada perbuatan dosa.
• Tabżīr menurut bahasa berarti menghambur-
hamburkan sesuatu yang tidak ada
manfaatnya. Menurut istilah, tabżīr adalah
perbuatan yang dilakukan dengan cara
menghambur-hamburkan uang ataupun
barang karena kesenangan ataupun kebiasaan.
Orang yang gemar menghamburkan uang atau
harta disebut mubażżir.
• Allah melarang manusia bersikap tabżīr
(boros), karena sesungguhnya sikap boros
adalah tabiat setan yang harus dihindari setiap
muslim dalam berbagai situasi dan kondisi.
1. Pengertian tabżīr
B. Tabżīr
• Di dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar
dia berkata: Rasulullah saw. melintas, ketika Sa’ad
sedang berwudhu, kemudian Nabi Muhammad saw.
bertanya, “Apakah ini berlebih-lebihan wahai Sa’ad?”
Sa’ad menjawab sekaligus bertanya, “Apakah dalam
berwudhu ada yang berlebih-lebihan?” Kemudian
Nabi Muhammad saw. menjawab, “Ya, meskipun
kamu berwudhu di sungai yang mengalir.”
• Berlebih-lebihan dan boros itu meliputi semua aspek
kehidupan orang muslim. Baik amal baik ataupun
lainnya seperti mandi, wudhu, mahar, pakaian,
perhiasan, anak-anak keturunan kita dan sebagainya.
B. Tabżīr
2. Contoh sikap tabżīr
• Bakhil atau kikir adalah menahan harta yang
seharusnya dia keluarkan. Bakhil dengan
menahan hartanya sendir, yakni menahan
memberikan sesuatu pada diri dan orang lain
yang sebenarnya tidak berhak untuk ditahan
atau dicegah, misalnya uang, makanan,
minuman, dan lain-lain.
• bakhil adalah sifat yang tercela karena sifat
ini terlahir dari godaan setan. Bakhil
dijadikan oleh setan sebagai jalan untuk
menuju jalan ke neraka.
Artinya: “Dan janganlah engkau jadikan tanganmu
terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula)
engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah)
nanti kamu menjadi tercela dan menyesal (29)
Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa
yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa
yang Dia kehendaki); sungguh Dia Maha
Mengetahui, Maha Melihat hamba-hambanya-Nya
(30).” (Q.S. Al-Isrā’/17: 29-30)
َ‫م‬ َ‫ك‬َ‫د‬َ‫ي‬ ْ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ج‬َ‫ت‬ َ‫َل‬ َ‫و‬ُ‫ع‬ ‫ى‬ٰ‫ل‬ِّ‫ا‬ ً‫ة‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ل‬ْ‫غ‬َ‫ك‬ِّ‫ق‬ُ‫ن‬
‫ا‬ َّ‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ط‬ُ‫س‬ْ‫ب‬َ‫ت‬ َ‫َل‬ َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ت‬َ‫ف‬ ِّ‫ط‬ْ‫س‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ً‫م‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬َ‫م‬ َ‫د‬ُ‫ع‬
‫ا‬ً‫ر‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ْ‫ح‬َ‫م‬(٢٩)َ‫ي‬ َ‫َّك‬‫ب‬َ‫ر‬ َّ‫ن‬ِّ‫ا‬ُ‫ط‬ُ‫س‬ْ‫ب‬
‫َا‬‫ش‬َّ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ِّ‫ل‬ َ‫ق‬ ْ‫ز‬ ِّ‫الر‬َّ‫ن‬ِّ‫ا‬ ُ‫ر‬ِّ‫د‬ْ‫ق‬َ‫ي‬ َ‫و‬ ُ‫ء‬َ‫ان‬َ‫ك‬ ٗ‫ه‬
َ‫ب‬ ‫ا‬ً‫ْر‬‫ي‬ِّ‫ب‬َ‫خ‬ ٖ‫ه‬ِّ‫د‬‫ا‬َ‫ب‬ِّ‫ع‬ِّ‫ب‬‫ا‬ً‫ْر‬‫ي‬ ِّ‫ص‬
‫ع‬
(٣٠)
C. Bakhil
1. Pengertian bakhil
• Mengakibatkan dosa besar, Islam menganggap bakhil
sebagai perbuatan dosa besar.
• Mengikuti jejak setan, perbuatan kikir dapat disebabkan
beberapa faktor, karena hartanya merasa milik sendiri
dan karena takut harta mereka berkurang, keduanya
merupakan tipu daya setan.
• Penghalang masuk surga, Allah swt. memberikan
kesempatan pada orang yang kikir supaya mengubah
cara mereka berpikir dan Allah swt., telah memberi
mereka banyak karunia.
• Rezeki menjadi sempit, pelaku kikir/bakhil beranggapan
bahwa kekikiran menguntungkan harta benda.
• Sumber malapetaka kemanusiaan, penyakit bakhil akan
menyebabkan malapetaka yang besar terhadap suatu
masyarakat.
2. Akibat negatif perilaku bakhil
C. Bakhil
• Keyakinan bahwa segala
sesuatu itu milik Allah swt.,
ketika seseorang telah merasa
bahwa segala sesuatu milik
Allah maka ia tidak merasa
memiliki terhadap benda.
• Banyak bersyukur atas nikmat
yang diberikan Allah swt.,
konsekuensinya jika seorang
mensyukuri nikmat Allah.
Maka Allah swt. memberi
tambahan yang lebih baik.
• infaq dan shadaqah.,
kegemaran mengikuti kegiatan
yang dinilai agama sebagai
kebaikan akan memberi
motivasi tersendiri untuk
melaksanakan anjuran agama.
• Memohon perlindungan dari
Allah dari sifat bakhil/kikir, ada
sebuah doa sederhana yang
jāmi’ (singkat dan sarat
makna) yang sepatutnya kita
meghafalkannya karena amat
bermanfaat. Doa ini berisi
permintaan agar kita terhindar
dari penyakit hati yaitu
pelit/kikir lagi tamak yang
merupakan penyakit yang
amat berbahaya.
3. Upaya menghindari perilaku bakhil
Artinya: “Ya Allah, hilangkanlah
dariku sifat pelit (lagi tamak),
dan jadikanlah aku orang-orang
yang beruntung.”
C. Bakhil
ْ‫ي‬ِّ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ َّ‫ح‬ُ‫ش‬ ْ‫ي‬ِّ‫ن‬ِّ‫ق‬ َّ‫م‬ُ‫ه‬ّٰ‫ل‬‫ل‬َ‫ا‬
‫ا‬ َ‫ن‬ِّ‫م‬ ْ‫ي‬ِّ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫اج‬ َ‫و‬ْ‫ي‬ ِّ‫ح‬ِّ‫ل‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ْ‫ل‬َ‫ن‬
• Salah satu akhlak tercela yang besar
pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang
adalah sifat bakhil atau kikir.
• Sifat bakhil adalah pokok dari semua
kehinaan. Menandakan sedikitnya akal dan
jeleknya pembinaan.
• Menusia diharapkan senantiasa berusaha
menjauhkan diri dari sifat bakhil dan
menghiasi diri dengan melatih dan
membiasakan aneka kebaikan dengan
harapan sifat bakhil/kikir dapat lenyap dan
berganti dengan sifat kedermawanan yakni
gemar shadaqah dan berinfaq.
4. Hikmah menghindari perilaku bakhil
C. Bakhil
Rangkuman
1
• Isrāf adalah berlebih-lebihan menuju larangan Allah swt., artinya
membelanjakan sesuatu bukan untuk taat kepada Allah swt., baik
sedikit atau banyak dan berlebih-lebihan dalam membelanjakan
harta adalah pemborosan.
2
Tabżīr adalah perbuatan yang dilakukan dengan cara
menghambur-hamburkan uang ataupun barang karena
kesenangan ataupun kebiasaan. Orang yang menghamburkan
uang atau harta disebut mubażżir.
3
• Ketika orang memiliki uang, makanan, dan minuman yang
mestinya bisa diberikan kepada yang membutuhkan, kemudian
enggan untuk memberikannya, ia adalah bakhil.