Skip to main content
KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodi kasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
1.3. Menolak akhlak tercela riya’ dan nifaq
2.3. Membiasakan diri menghindari akhlak tercela riya’ dan nifaq
3.3. Memahami akhlak tercela riya’ dan nifaq
4.3. Mensimulasikan contoh perilaku riya’ dan nif q serta dampaknya dalam
kehidupan sehari-hari
BAB III AKHLAK TERCELA KEPADA ALLAH SWT
Di unduh dari : Bukupaket.com
Buku Siswa Kelas VII MTs92
Akhlak tercela kepada Allah Swt
A AMATI DAN PERHATIKAN
Amati ayat dan perhatikan kisah berikut !!!
( : )
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu denga
menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan
hartanya karena riya kepaa manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu
itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai
sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-
orang yang ka r itu. (QS.al-Baqarah [2]:264)
Perhatikan kisah berikut !
D
i riwayatkan bahwasannya sekitar 150 sahabat Nabi takut dirinya tertimpa kemuna kan.
Suatu ketika Rasulullah duduk dalam rombongan para sahabatnya, mereka
memperbincangkan ada laki-laki yang banyak dipuji teman-temannya. Tiba-tiba lelaki
itumunculdenganmikabasahdanmeneteskanairbekaswudhu.Iamembawasandalditangannya.
Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, dialah orang yang tadi kami perbincangkan”. Nabi
bersabda: “aku melihat pada mukanya terdapat noda hitam setan. Lelaki itu datang memberi
salam dan duduk bersama para sahabat”. Nabi bertanya: “Apakah anda berbicara pada diri
sendiri waktu anda muncul tentang sahabat-sahabat anda bahwa tiada sahabat anda yang lebih
baik dari pada anda?” Lelaki itu menjawab: “Ya benar”. Rasulullah berdoa: “Ya Allah aku
mohon ampunan padaMu tentang apa yanga aku ketahui dan tidak aku ketahui”. Lalu sahabat
bertanya: “Apakah Anda punya kekhawatiran ya Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Adakah yang
membuatku merasa aman, sedangkan hati ini berada di antara dua buah jari jemari Allah ar-
Rahm n. Dia membolak-baliknya sebagaimana Dia kehendaki?”
Di unduh dari : Bukupaket.com
93Akidah Akhlak Kurikulum 2013
Akhlak tercela kepada Allah Swt
Nabi merasa tidak aman dari perilaku seperti itu.Allah ber rman: “dan jelaslah bagi mereka
azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.” (az-Zum r: 47). Dikatakan dalam tafsir
tentang ayat ini adalah mereka mengerjakan amalan-amalan yang yang mereka sangka sebagai
kebaikan, kenyataannya mereka berada dalam daun timbangan kejahatan.
B PENASARAN?
Setelah kalian mengamati dan memperhatikan ayat dan kisah tersebut di atas, tentunya
akan banyak hal yang menjadi pertanyaaan di benak kalian bukan?
Nah,sekarangcobatulis,kemudianungkapkanpertanyaan-pertanyaankaliantersebut!.
Gunakan pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, dan sebagainya.
No Tentang Pertanyaan
1 Apakah
2
3
4
C BUKA CAKRAWALAMU
Untuk membuka cakrawala kalian tentang sifat tercela (akhl kul
ma mumah) riya’ dan nif q, ayo baca materi berikut!
Di unduh dari : Bukupaket.com
Buku Siswa Kelas VII MTs94
Akhlak tercela kepada Allah Swt
AKHLAK TERCELA
RIY ’ DAN NIF Q
Manusia sebagai makhluk Tuhan telah dianugerahi berbagai nikmat sehingga hal itu
mengharuskan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Caranya bersyukur adalah dengan
menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, yang diwujudkan dalam beberapa akhlak
terpuji terhadap-Nya.
Kebalikannya adalah akhlak tercela (akhlakul ma mumah), yaitu perbuatan yang
menyimpang dari ajaran Allah Swt yang nantinya akan berdampak negatif, baik bagi pelaku
maupun bagi orang lain. Diantara akhlak ma mumah adalah riya’ dan nifaq.
1. Riy ’
Riya’dalam BahasaArab artinya memperlihatkan atau memamerkan, secara istilah riya’
yaitu memperlihatkan sesuatu kepada orang lain, baik barang maupun perbuatan baik yang
dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat melihatnya dan akhirnya memujinya. Hal
yang sepadan dengan riya’adalah sum’ah yaitu berbuat kebaikan agar kebaikan itu didengar
orang lain dan dipujinya, walaupun kebaikan itu berupa amal ibadah kepada Allah Swt.
Orang yang sum’ah dengan perbuatan baiknya, berarti ingin mendengar pujian orang lain
terhadap kebaikan yang ia lakukan. Dengan adanya pujian tersebut, akhirnya masyhurlah
nama baiknya di lingkungan masyarakat.
Dengan demikian orang yang riya’ berarti juga sum’ah, yakni ingin memperoleh pujian
dari orang lain atas kebaikan yang dilakukan. Rasulullah Saw bersabda:
( )
”Barang siapa (berbuat baik) karena ingin didengar oleh orang lain (sum’ah), maka Allah
akan memperdengarkan kejelekannya kepada yang lain. Dan barang siapa (berbuat baik)
karena ingin dilihat oleh orang lain (riya’), maka Allah akan memperlihatkan kejelekannya
kepada yang lain.” (H.R Bukhari).
Allah juga ber rman dalam QS. an-Nis ayat 142 :
( )
“Sesungguhnya orang-orang muna k itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan
mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka
Di unduh dari : Bukupaket.com
95Akidah Akhlak Kurikulum 2013
Akhlak tercela kepada Allah Swt
bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah
kecuali sedikit sekali.” (Q.S. an-Nis ’ [4]:142)
Alangkah meruginya orang-orang yang bersifat riya’ dan sum’ah, karena mereka
bersusah payah mengeluarkan tenaga, harta dan meluangkan waktu, tetapi Allah tidak
menerima sedikit pun amal ibadah mereka, bahkan azab yang mereka terima sebagai
balasannya.
Firman Allah Swt :
“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa
yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum
mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi
mereka siksa yang pedih.” (Q.S. Ali ‘Imr n [3]:188)
Sabda Rasulullah Saw:
( )
“Allah tidak akan menerima amal yang terdapat unsur riya’di dalamnya walaupun riya’ itu
hanya sebesar dzarrah” (al-Had s)
Allah memberikan ancaman bagi pelaku riya’ termasuk ketika melaksanakan ibadah
salat. Orang yang melakukan perbuatan riya’ diancam sebagai pendusta Agama Islam ini,
bahkan diancam dengan satu sangsi yaitu neraka Wail. Allah ber rman dalam Q.S. al-Ma n
107: 4-6, yaitu:
( ) ( ) ( )
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari
salatnya. (5) orang-orang yang berbuat riya” (6). (Q.S. al-M n [107]:4-6)
Contoh-contoh perbuatan riya’ misalnya adalah:
a. Sifat–sifat yang melekat pada diri seseorang, seperti suka melekatkan sifat-sifat mulia
pada diri sendiri. Hal-hal yang cenderung dipamerkan itu misalnya keelokan dirinya,
pakaian atau perhiasan, jabatan di tempat kerja, dan status sosial lainnya.
b. Seseorang menyantuni anak yatim dihadapan banyak orang dengan maksud agar
ditayangkan di TV atau radio.
Di unduh dari : Bukupaket.com
Buku Siswa Kelas VII MTs96
Akhlak tercela kepada Allah Swt
Adapun akibat buruk riya’, antara lain sebagai berikut
a. Menghapus pahala amal baik, (QS. al-Baqarah ayat 264)
b. Mendapat dosa besar karena riya’ termasuk perbuatan syirik kecil.
Sabda Rasulullah Saw:
( )
“Sesungguhnya perkara paling aku khawatirkan dari beberapa hal yang aku khawatirkan
adalah syirik kecil. Sahabat bertanya, “Apa syirik kecil itu, ya Rasulullah?” Beliau
menjawab, “Riya’” (H.R Ahmad)
c. Tidak selamat dari bahaya keka ran karena riya’sangat dekat hubungannya dengan sikap
ka r. (Q.S. al-Baqarah ayat 264).
2. Nifaq
Kata nifaq berasal dari kata: na qa alyarbu’, artinya lubang hewan sejenis tikus.
Lubang ini ada dua, ia bisa masuk ke lubang satu kemudian keluar lewat lubang yang lain.
Demikianlah gambaran keadaan orang-orang muna k, satu sisi menampakkan Islamnya,
tetapi di sisi lain ia amat ka r dan menentang kepentingan Agama Islam.
Nifaq adalah perbuatan menyembunyikan keka ran dalam hatinya dan menampakkan
keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Perilaku seperti ini pada hakikatnya adalah
ketidaksesuaian antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan.Atau dengan kata lain, tindakan
yang selalu dilakukan adalah kebohongan, baik terhadap hati nuraninya, terhadap Allah Swt
maupun sesama manusia. Pelaku perbuatan nif q disebut muna k. Firman Allah Swt.
”Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan:
“Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka
mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-
olok”. (Q.S. al-Baqarah [2]:14)
1. Dua Kategori Nifaq:
Perbuatan Nifaq dikategorikan menjadi dua, yaitu:
Di unduh dari : Bukupaket.com
97Akidah Akhlak Kurikulum 2013
Akhlak tercela kepada Allah Swt
a. Nifaq I’tiqadi
Nifaq I’tiqadi adalah suatu bentuk perbuatan yang menyatakan dirinya beriman
kepada Allah Swt., sedangkan dalam hatinya tidak ada keimanan sama sekali. Dia
salat, bersedekah, dan beramal saleh lainnya, namun tindakannya itu tanpa didasari
keimanan dalam hatinya.
Firman Allah Swt.
“Sesungguhnya orang-orang muna k itu menipu Allah, dan Allah akan membalas
tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan
malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah
mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Q.S. an-Nis ’ [4]:142)
Pelaku nifaq diancam Allah dengan disamakan dengan orang fasik yang diancam
dengan neraka Jahannam dan kekal di dalamnya.
Allah juga ber rman dalam QS. at-Taubah [9]:67-68:
( )
( - : ) ( )
“Orang-orang muna k laki-laki dan perempuan-perempuan, sebagian dari
sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan
melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka mengenggam tangannya. Mereka telah
lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang
muna k itulah orang-orang yang fasik.Allah mengancam orang-orang muna k
laki-laki dan perempuan dan orang-orang ka r dengan neraka Jahannam. Mereka
kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka;
dan bagi mereka azab yang kekal, (Q.S. at-Taubah [9]:67=68).
Allah akan memasukkan orang muna k dan orang ka r bersama-sama dalam
neraka. Dalam QS. an-Nis ayat 140, Allah ber rman:
Di unduh dari : Bukupaket.com
Buku Siswa Kelas VII MTs98
Akhlak tercela kepada Allah Swt
( : )
“Sungguh Allah mengumpulkan orang-orang muna k dan ka r dalam neraka
Jahannam bersama-sama”. (Q.S. an-Nis [4]:140)
Kisah Abdullah ibnu Saba’, dia adalah tokoh muna q Madinah, semenjak
kemunculan Nabi Saw, ia sudah memendam rasa benci terhadap Nabi. Sebuah kisah
menerangkan bahwa kebencian terhadap Nabi disebabkan karena hijrahnya Nabi
ke Madinah, dengan sebab hijrah inilah, ia merasa kurang diperhatikan lagi oleh
masyarakatnya, semula, ia adalah calon pemimpin Madinah. Tetapi setibanya Nabi
di Madinah, maka pamor akan status social Abdullah ibnu Saba’ menjadi padam.
Lalu ia amat memendam rasa benci kepada Nabi Saw. Dalam sejarah perjuangan
Islam, dialah sosok yang paling banyak mengendurkan semangat umat Islam dalam
berjuang melawan orang-orang ka r, ia juga pernah berusaha mengusir Nabi dari
Madinah, ia juga yang pernah mem tnah Sayyidah Aisyah, Istri Nabi pernah
berselingkuh dengan seorang sahabat bernama Shafwan Ibnu Muatthal, lalu Allah
menolong langsung sahabat Aisyah, menjelaskan masalahnya dengan menurunkan
ayat-ayatal-Quran.DanketikaAbdullahibnuSaba’meninggaldiMadinah.Anaknya
berusaha memohon pada Nabi untuk turut serta menshalatkan dan menguburkannya.
Lalu Nabi amat berbaik hati, menshalatkannya dan turut menguburkannya, lalu
mendoakkannya. Setelah Nabi mendoakan dan mengistighfarkan untuknya, maka
Allah menurunkan surah at-Taubah 9:80:
( )
Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun kepada
mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka
tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada
mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka ka r kepada Allah dan Rasul-
Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (Q.S. at-Taubah
9:80).
Ayat ini menerangkan bahwa kemuna kan Abdullah Ibnu Saba’ sudah melewati
batas keka ran, sehingga Allah-pun tidak berkenan menerima taubatnya, nau u
billahi min alik (lihat tafsir surah at-Taubah).
Di unduh dari : Bukupaket.com
99Akidah Akhlak Kurikulum 2013
Akhlak tercela kepada Allah Swt
b. Nifaq ‘Amali
Nif q ‘amal adalah kemuna kan berupa pengingkaran atas kebenaran dalam
bentuk perbuatan. Sesuai dengan Sabda Rasulullah Saw:
:
( )
“Tanda-tanda orang muna k itu ada tiga, yaitu apabila berkata selalu berdusta,
apabila berjanji selalu tidak ditepati, dan apabila dipercaya selalu mengkhianati”.
(HR. Bukhari Muslim)
2. Ciri-ciri perbuatan yang masuk kategori nif q:
1. Tidak mampu menegakkan salat kecuali dengan malas-malasan, ia merasa
ragu terhadap balasan Allah di akhirat.
2. Hanya ber kir jangka pendek yaitu kekayaan duniawi semata
3. Terbiasa dengan kebohongan, ingkar janji, dan khianat.
4. Tidak mampu ber-amar ma’ruf nahyi munkar.
5. Sering kali dalam pembicaraannya menyindir dan menyakiti Nabi atau Islam.
D KEMBANGKANLAH WAWASANMU
Diskusikan dengan teman-temanmu!!!
Mari menalar dan menganalisa.
Menganalisa dampak dari perilaku riya’ dalam kehidupan masyarakat.
Dari pengamatan kalian, coba analisislah dampak dari perbuatan riya’ dan nif q baik di
dunia ini, maupun nanti di akhirat. Dan juga cara-cara yang perlu ditempuh dalam rangka
menghindari perilaku riya’ dan nif q.
Di unduh dari : Bukupaket.com
Buku Siswa Kelas VII MTs100
Akhlak tercela kepada Allah Swt
Akhlak Tercela
Dampak Dunia dan
Dampak Akhirat
Cara Menghindari
Perilaku Riya’ dan Nif q
Riy
Dampak Dunia
……………………………….
Dampak Akhirat
……………………………….
……………………………….
Nifaq
Dampak Dunia
……………………………….
Dampak Akhirat
……………………………….
……………………………….
E REFLEKSI
Sajikanlah kisah tentang orang yang berperilaku riya’dalam kegiatan sosial beserta dampak-
dampaknya! Kalian bisa bermain peran dengan materi yang kalian dapat dari literatur buku
atau mengunduh di internet. Selamat bekerja! Semoga sukses.
………………………………………………………………………………..………………
………………………………………………………………………………..………………
………………………………………………………………………………..………………
Rangkuman
Riya’ dalam bahasa Arab artinya memperlihatkan atau memamerkan, secara istilah
riya’ yaitu memperlihatkan sesuatu kepada orang lain, baik barang maupun perbuatan
baik yang dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat melihatnya dan akhirnya
memujinya. Hal yang sepadan dengan riya’ adalah sum’ah yaitu berbuat kebaikan agar
kebaikan itu didengar orang lain dan dipujinya, walaupun kebaikan itu berupa amal
ibadah kepada Allah Swt.
Nif qadalahperbuatanmenyembunyikankeka randalamhatinyadanmenampakkan
keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Perilaku seperti ini pada hakikatnya adalah
ketidaksesuaian antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan. Atau dengan kata lain,
tindakan yang selalu dilakukan adalah kebohongan, baik terhadap hati nuraninya,
terhadap Allah Swt maupun sesama manusia. Pelaku perbuatan nif q di sebut muna k.
Para ulama membagi ada dua jenis kemuna kan, yaitu nif q i’tiqadi dan nif q 'amal .
Di unduh dari : Bukupaket.com